NASI PAGER: Kuliner Lezat dari Purwodadi
NASI PAGER: Kuliner Lezat dari Purwodadi
Purwodadi,
memang terkenal akan kulinernya yang khas yaitu swike. Namun, ketika kita
berada di daerah Godong, salah satu daerah di Purwodadi, kita akan menemui satu
kuliner khas yang tak kalah lezat. Di sini anda wajib menjajal kulinernya yaitu
nasi pager atau yang biasa disebut nasi pager. Wah, dari namanya saja sudah
bikin penasaran.
Bisa
disebut Sego Pager atau Nasi Pager sebab bahan-bahan pelengkap sayurannya
merupakan sayur-mayur yang ditanam di pekarangan rumah, yang dulunya
difungsikan sebagai pagar. Dilihat sekilas, Sego pager ini mirip dengan nasi
pecel pada umumnya. Hanya saja sego pager merupakan gabungan antara nasi pecel
dan gudangan.
Sayur
yang digunakan biasanya yaitu daun ketela, daun papaya, kacang panjang, tauge,
daun lamtoro muda, kenikir. Semua sayur mayur itu direbus dan dicacah kecil,
lalau ditaburi serundeng dan sambal kelapa. Kemudian bahan-bahan itu disiram
dengan sambel pecel yang khas. Bertambah nikmat dipadukan dengan nasi putih hangat.
Selain rasa yang khas, penyajian sego pager juga mempunya khasnya sendiri,
yaitu alasnya menggunakan daun pisang yang dipincuk.
Selain
makanan utama yaitu sego pager, kita juga bisa menikmati lauk pauk ataupun
berbagai macam gorengan yang disediakan penjual. Seperti tempe goreng, ayam
goreng, tahu goreng, mendoan, tahu isi, rempeyek, dan krupuk.
Eits,
tetapi kalian hanya bisa menemukannya di saat pagi hari saja, sekitar pukul
05.30 WIB sampai 09.30 WIB saja. Biasanya, warga mencari makanan ini untuk
sarapan pagi. Selain enak dan sehat, harga dari sego pager ini sangat
terjangkau. Hanya dengan Rp. 5000 saja, kalian dapat menikmati sarapan pagi
dengan makanan khas ini. Segelas teh hangat atau es teh menjadi pelengkap menu
ini. “Harganya murah, kami sekeluarga makan tidak habis Rp.50.000 sudah
kenyang, makanan enak, gurih, cocok buat sarapan,” jelas Eva, pembeli sego
pager.
Biasanya,
pembeli nasi pager merupakan warga setempat. Atau pengguna jalan dari kota
sekitar yang kebetulan melintas ruas jalan Godong-Semarang. “Rasanya enak.
Seperti makan nasi pecel, tapi kalau ini ada rasa serundengnya. Gurih,” tutur
Anggit pembeli dari Solo.
Bagaimana?
Tertarik mencoba? Kalian belum merasa ke Godong, Purwodadi, kalau sarapannya
belum sego pager.


Komentar
Posting Komentar