Seberapa Pentingkah Pendidikan Nonformal bagi Anak?

 

Seberapa Pentingkah Pendidikan Nonformal bagi Anak?


Rasanya hampir semua orang setuju bahwa pendidikan merupakan hal yang penting. Namun, apakah pendidikan nonformal juga demikian? Seberapa pentingkah pendidikan nonformal?

Tidak perlu diragukan lagi, pendidikan mempunyai peran yang fundamental dalam kehidupan. Melalui pendidikan, seseorang memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan bahkan diwajibkan untuk mengenyam pendidikan. Upaya pemerintah terus dilakukan agar akses pendidikan semakin terbuka dengan kualitas yang semakin baik. Begitu pula dengan para individu yang makin punya kesadaran untuk mengusahakan pendidikan yang berkualitas. Salah satunya adalah dengan mengikuti pendidikan nonformal.

Pendidikan dikategorikan menjadi tiga, yaitu pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal sendiri merupakan pendidikan yang diadakan di luar pendidikan formal. Pendidikan nonformal hadir sebagai pelengkap pendidikan formal, yakni untuk memenuhi aspek tertentu yang tidak diberikan pada pendidikan formal. Contoh dari pendidikan nonformal yaitu: Kelompok Bermain (KB), sanggar, dan lembaga kursus/pelatihan.

Pendidikan nonformal biasanya fleksibel. Pasalnya, lembaga pendidikan nonformal dapat mendesain dan menerapkan metode dan kurikulumnya sendiri, atau tidak terikat dengan aturan atau ketentuan sebagaimana lembaga pendidikan formal. Lembaga pendidikan nonformal secara umum juga tidak menetapkan syarat-syarat tertentu bagi calon peserta/murid. Dengan begitu, pendidikan nonformal jadi lebih eksklusif bagi siapapun yang hendak bergabung.

Di lembaga pendidikan formal atau sekolah, terkadang anak belum bisa menemukan satu bidang yang ia sukai. Atau, bisa jadi si anak memiliki ketertarikan pada suatu bidang pelajaran atau ekstrakurikuler di sekolahnya, hanya saja pengajarannya belum maksimal. Bisa juga, sekolah belum mampu memberikan pengajaran dengan kualitas maupun kuantitas sebagaimana yang diharapkan orang tua maupun anak. Sebagai orang tua, tentunya kita tidak semestinya berdiam diri. Jika dibiarkan, maka anak akan terhambat untuk mengembangkan potensi dirinya.

Untuk mengisi ketidakhadiran sekolah terhadap kebutuhan belajar yang disebutkan di atas, orang tua bisa mencari jalan alternatif melalui pendidikan nonformal. Dengan pendidikan nonformal akan halnya kursus, kebutuhan anak untuk pengembangan diri yang diinginkanannya akan terakomodasi. Pendidikan nonformal yang ranah pengajarannya lebih spesifik, membuat si anak dapat menemukan tempat yang sesuai dengan ketertarikan. Di samping itu, pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan kepada anak juga lebih mendalam sehingga berpengaruh positif terhadap kemampuannya.

Pendidikan nonformal tampaknya juga dapat menjadi jawaban untuk mengembangkan minat dan bakat anak sejak dini. Dengan begitu, perkembangan mereka jadi lebih terarah. Mereka juga akan bertemu dengan kawan-kawan yang sedang menekuni hal yang sama yang bisa menjadi support system. Belum lagi, anak akan belajar manajemen waktu sedari kecil karena ia harus pandai membagi waktu untuk belajar di sekolah, belajar di tempat kursus (pendidikan nonformal), dan bermain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Cindelaras Putra Raja Janggala